2015/11/02

Cerita Pendakian Gunung Mahameru (pesona indahnya atap pulau jawa) Bagian 2

Advertisement
Baca ceritanya bagian pertama klik disini

Sarapan pagi pertama di Ranu Kumbolo bersama teman-teman sangat menyenangkan, Canda Tawa Selalu mengihiasi setiap hal yang kita lakukan bersama selama pendakian. Dari sebuah pendakian kita dapat menilai baik buruk teman yang kita ajak mendaki, tetapi dari semua itu yang terpenting adalah kebersamaan dan kekompakan dalam sebuah tim, harus saling menutupi setiap keburukan atau kelemahan teman.

Setelah selesai sarapan pagi kita bergegas berkemas untuk menlanjutkan perjalanan kita ke tujuan berikutnya yaitu kalimati. Ketika packing sudah selesai kita harus melewati Tanjakan Cinta Yang tepat berada di belakang kita jika menghadap ke danau ranu kumbolo. Konon jika seseorang berjalan menaiki tanjakan cinta tanpa menengok kebelakang sambil berdo'a meminta apa yang kita inginkan, maka do'a tersebut akan cepat terkabulkan. Hal ini tergantung kepercayaan masing-masing. tetapi ada yang unik ketika berjalan menaiki tanjakan cinta ini, saya dan teman-teman sepertinya mempercayai apa yang dimitoskan tersebut, bahkan ketika salah satu teman saya yang paling belakang sambil membawa kamera dia memanggil saya dan teman-teman yang sudah berada didepan, tetapi apa reaksinya? walaupun ada beberapa teman saya yang menengok kebelakan tetapi saya sendiri yang tidak sama sekali menengok kebelakang, padahal yang paling sering dipangil itu saya.  Memang waktu itu saya sangat mematuhi peraturan apa yang ada setiap perjalanan pendakian bahkan setiap mitos yang konon dapat membuat kita menjadi lebih baik, kenapa tidak?.

Setelah menaiki Tajakan Cinta kita sejenak beristirahat dan mengharap do'a yang kita ucapkan dalam hati dapat terkabulkan sambil memandangi danau Ranu Kumbolo yang sangat mempesona. Selesai istirahat kita langsung melanjutkan perjalanan melewati Oro-oro Ombo. Sebuah savana yang dipenuhi oleh tumbuhan yang bernama Verbena Brasiliensis yang berasal dari Amerika Selatan. Jika di media sosial tumbuhan ini banyak yang menyebutnya Tumbuhan bunga Lavender. Berjalan ditengah-tengah Hamparan tumbuhan ini sangat menakjubkan, dengan pemandangannya yang sangat bagus jika berada disini selain itu jika kita mengambil foto di tengah-tengah tumbuhan ini maka akan menjadi sangat menarik, Tetapi sayang ketika itu Tumbuhan Ini sedang tidak musimnya, jadi seluruh tumbuhan ini menjadi kering.

Sambil Berjalan tidak terasa sudah sampai di Cemoro Kandang. Kita istirahat sejenak mengisi stamina untuk melanjutkan perjalanan. Disini terdapat penjual makanan mulai dari nasi sampai rokok juga ada, tetapi stoknya tidak banyak. setelah Cemoro kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput luas yang disebut Jambangan yang terletak 3.200 m dpl, disini terdapat beberapa pohon Cemara, Mentigi, dan bunga Edelwaiss. Kita sampai di Kalimati pada pukul 16.00 wib, dan kita langsung mencari lahan untuk membuat tenda. Kalimati adalah tempat untuk membuat tenda terakhir bagi para pendaki, seluruh pendaki maksimal untuk mendirikan tenda hanya sampai kalimati. Terdapat beberapa macam tumbuhan yang berada di Kalimati, mulai dari Tumbuhan ilalang samapi Tumbuhan bunga edelwaiss juga menghiasi kalimati. Kita bermalam disini untuk melanjutkan perjalanan kepuncak pada tengah malam, sekitar jam 23.00wib sudah mulai perjalanan.

sebelum pendakian 18.00wib setelah selesai makan kita istirahat untuk mengisi energi menuju kepuncak para dewa. istirahat kita tak terasa sudah hampir sampai jam 22.00wib dan kita langsung mempersiapkan diri mulai dari sarapan dan perbekalan dalam perjalanan kepuncak. Untuk sampai kepuncak dibutuhkan waktu 7jam dari kalimati. Sungguh sangat mengerikan, tidak hanya perjalanannya yang panjang, tetapi juga medan yang harus kita tempuh tidaklah mudah, hawa dingin semakin terasa dan ditambah angin yang bertiup begitu kencang seakan-akan memperintahkan kita untuk mundur dan tidak melanjutkan perjalanan. Walaupun banyak rombongan-rombongan lain yang memutuskan untuk mengubur niatnya sampai kepuncak, tetapi saya dan kawan-kawan memiliki rasa semangat yang sangat besar, seakan-akan dipuncak nanti bisa mendapatkan semangat yang hebat untuk menjalani hidup ini. Dan ternyata benar, saya merasakan hal yang luar biasa ketika berada dipuncak mahameru, sangat terkagum-kagum karena ciptaan-Nya yang sungguh indah. Ketika saya melihat kearah matahari terbit dalam hati saya berkata, saya sebagai pemuda Indonesia patut bangga mempunyai alam yang sangat indah, sangat disayangkan jika kita tidak bisa menjaganya. Dari pendakian ini saya menjadi lebih bersemangat, karena indonesia perlu semangat pemuda-pemudi seperti saya untuk membangun negeri ini.SELESAI.

Terimakasih sudah membaca cerita pendakian gunung mahameru (pesona indahnya atap pulau jawa)
Advertisement
Jika anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan share dengan meng-klik tombol berbagi di bawah ini. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dibawah ini:

close ads